Tampilkan postingan dengan label Daily Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daily Life. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 April 2009

Sahabat Depan Rumah

Walaupun relatif pemalu, Vima punya banyak teman di gang tempat rumah kami, maupun di gang-gang sebelah. Satu yang paling akrab dengannya bernama Amelia, cucu ibu penjual sayur seberang rumah kami.




Dua anak ini beda umur setahun persis, Amel lebih tua. Tanggal lahir mereka hanya selisih satu hari, tapi tinggi dan berat badan nyaris sama. Hanya saja, Amel lebih 'dewasa' dan lebih sering mengalah sama Vima yang suka keras kepala (genetik tuh, siapa dulu dong ibunya ... hehehe ...)

Kedua ortu Amel bekerja dari pagi sampai sore, jadinya bermain dengan Vima jadi hiburan juga buat Amel. Begitu mandi - kadang malah begitu bangun tidur - dia sudah mampir ke rumah. Bermain segala macam dengan Vima yang juga masih 'kopet' berpiama (NB: tradisinya, Vima baru mandi setelah sarapan).





Aku - yang merasa beruntung bisa punya lebih banyak waktu untuk mendampingi anakku ketimbang mamanya Amel - sering berusaha mengajak Amel ikut pergi ke tempat Vima juga pergi bermain. Ke perpustakaan daerah, ke kebun binatang mini Taman Lele di Krapyak, ke taman umum di kampung tetangga, memberi makan monyet di tembok dekat kuburan kampung kami, sampai ke kolam bola di mal ...

Kadang mereka berselisih, kadang mereka berebut mainan, kadang mereka 'galak-galakan', tapi lebih sering mereka bermain bareng dengan damai - petak umpet, pentas nyanyi, menggambar, melukis, bersandiwara dengan boneka bayi masing-masing ... Sungguh asyik mengamati semua dinamika 'sosialisasi' mereka berdua ini :-)

Kamis, 11 Desember 2008

Foto-foto di Awal Desember

Awal Desember ini, Vima lumayan sering jalan-jalan. Mulai dari berenang dengan adik Aiko di Semawis, wisata agro di Kebun Ngabruk (Kendal), sampai ikut Mama menghadiri kopdar homeschooling di Salatiga.

Ini foto-foto Vima sepanjang awal Desember.
Especially dedicated to Papa Thay in Rotterdam ....

Your pictures and fotos in a slideshow on MySpace, eBay, Facebook or your website!view all pictures of this slideshow

Minggu, 30 November 2008

Vima Nyanyi

Celoteh Vima

Di rumah Oma, sedang makan sendiri di dekat kolam.
Banyak lalat beterbangan mendekat ingin nemplok di mangkok Vima.
Vima lapor pada Mama dengan bahasa campuran Indonesia-Inggris-Jawa:
"Ma, lalatnya coming lagi, to!"

***
Menjelang jam dua belas siang di suatu hari tengah November 2008.
Mbak Ayu: Vima mau makan sekarang atau nanti?
Vima: Nanti kalau Vima sudah besar!

***
Walaupun sudah paham kalau diajak ngomong pakai bahasa Inggris (kalimat-kalimat yang panjang pun dia ngerti), tapi Vima hampir selalu menanggapi percakapanku dengan bahasa Indonesia. Kecuali pada beberapa kesempatan:
Vima: Ma, drinking!
Mama: Bottle or glass?
Vima: Bottle!
Mama: Fill in with what?
Vima: With water.
Mama: (hiks, terharu ... kali ini anakku bisa njawab dengan bahasa Inggris yang bener, gak campur aduk ...)

***
Di kamar tidur Oma, mendengar suara pesawat terbang lewat.
Vima: Tuh, pesawat lewat ... syuuuung [memperagakan pesawat sedang terbang] ... terus buk, jatuh [memperagakan pesawat menghantam landasan] ... sampai di tempatnya Papa Thay.

***
Akhir November 2008. Ngobrol dengan Mak dan Mbak Ayu tentang adik Aiko, sepupu Vima yang baru datang dari Jakarta dan menginap di rumah Oma.
Mak: Adik Aiko sudah bisa jalan?
Vima: Bisa!
Mak: Jalannya kayak apa?
Vima: [memperagakan]
Mak: Adik Aiko gendut nggak?
Vima: Gendut! [lantas menoleh ke bonekanya, si Iting] Iting kok nggak gendut-gendut ya?
Ayu: Lha, Iting kan nggak pernah makan ...
Vima: Oh iya ...