
Emang ada ya Spongebob Jabrik kayak yang di kanan itu ... ???!!!???!!!??? :-D

Emang ada ya Spongebob Jabrik kayak yang di kanan itu ... ???!!!???!!!??? :-D
.jpg)
.jpg)
.jpg)


Ini dia satu lagi foto Vima nampang dengan balok susun kreasinya. Walaupun wajah masih kusut habis bangun tidur, cuek ajah ya.

Kubaca dari wikipedia, Charles Camille Saint-Saëns (1835-1921) adalah tipikal jenius. Sudah bisa menyanyi dengan nada tepat di usia 2 tahun, baca-tulis di usia 3 tahun, membuat komposisi piano di usia 4 tahun, resital piano pertama di usia 5 tahun, dan menguasai bahasa Latin di usia 7 tahun! Lebih wow lagi, waktu mengadakan konser piano tunggal di usia 10 tahun, di penghujung acara dia menawarkan pada hadirin untuk memilih salah satu dari 32 sonata Beethoven sebagai lagu tambahan - dia sudah hafal semua partiturnya di luar kepala!!! Aku jadi turut bangga walau sekedar jadi pendengar karyanya saja ... hehehe ...
Kebalikan dari Saint-Saëns, Louis Hector Berlioz (1803-1869) sama sekali tidak jenius. Ia baru belajar main musik umur 12 tahun dan tidak pernah belajar piano, biangnya alat musik klasik. Tadinya ia mau sekolah kedokteran, tapi malah jatuh cinta pada musik, maka ia pun banting setir sekalipun tanpa restu orangtua. Banyak banget pengalaman pahit yang harus ia lewati sepanjang karirnya: mulai dari diusir dari perpustakaan musik karena dianggap bukan mahasiswa musik, ditolak oleh gadis pujaan, karya-karyanya dicampakkan, sampai ditinggalkan oleh tunangannya yang pilih menikah dengan usahawan kaya. Tapi melewati semua cobaan hidup itu, Berlioz yang tegar akhirnya betul-betul sukses baik sebagai komponis, konduktor, maupun penulis. Dia disebut sebagai salah satu dari The Trinity of Progress di dunia musik era Romantisisme abad ke-19. Dan ia juga punya banyak teman baik yang setia menungguinya kala ia menjelang ajal. His is really some character!
Nah, di tempat penginapan, waktu jalan-jalan pagi, kami melihat ada seekor serangga besar (sekitar 2-3 cm) berwarna cokelat, berbadan keras, sedang merayap di tanah. Kuajak dia dan beberapa anak lain berjongkok mengamati dan kukenalkan pada mereka nama serangga itu: WANGWUNG. [Sayang, kami tidak bawa kamera dan hapeku yang kuno itu juga tidak berkamera. Aku pinjam hape ibuku untuk memotret, ternyata hasilnya tidak tajam. Jadi kupinjam foto dari arsip imaji google ini saja ya ... Kucari dengan kata kunci nama Latinnya: Oryctes rhinoceros.]
Selain wangwung, Vima juga baru tahu yang namanya burung MERAK. Rupanya memang berjodoh, baik di Magelang maupun Bandungan ternyata ada merak. Berhubung merak-merak itu ada di balik kerangkeng, Vima cuma bisa mengamati dari luar. Tapi di pertemuan kedua, Vima tidak butuh waktu lama untuk mengenali 'kawan' barunya ini. Ia pun lantas menuding-nuding, "Me'ak ... me'ak ..."
Maka, sedari dini aku upayakan supaya Vima mandiri. Apa saja yang bisa dia kerjakan, aku dorong dia melakukannya sendiri, sebisa dia. Mencopot baju, merapikan mainan, melepas sepatu lantas menatanya di tempat semula, mengelap meja makan kecilnya, dll. Aku juga mengajak dia mengambil bagian dalam tugas-tugas rumah tangga, sekecil apa pun. Misalnya: duduk menemani saat aku mencuci baju (asalkan dia tenang saja sudah cukup bagiku, karena itu berarti aku bisa konsentrasi ke cucian ;-p) atau ikut menurun-nurunkan bantal dan guling waktu aku mau bersihkan kasur setiap pagi. 

Unsur penting lain dalam kurikulum Ambleside Online yang kuikuti adalah apresiasi musik klasik. Dipandu oleh agenda buatan "para senior", anak-anak dalam komunitas kami melakukan studi komposer bersama-sama (sementara para ortu berupaya mendukung lewat diskusi online). Triwulan Januari-Maret ini adalah giliran untuk mendengarkan karya-karya George Friederic Handel (1685-1759).
Anak-anak Bergthold jarang nonton TV (hihihi ... sama dong dengan Vima!). Dan - ini yang paling penting - mereka selalu berusaha melakukan yang terbaik bukan untuk bangga-banggaan, tapi karena pengabdian. "Ma, kami melakukan ini untukmu!" kata Levi. (Hiks ... mengharukan sekali ...)


"Education is an atmosphere, a discipline, a life; Education is the science of relations" ~ Charlotte Mason (1842-1923)